Akhir Mimpi

05.02


Di sudut kamar, ku menangis. Aku memang lemah sebagai seorang perempuan. Tapi, aku tak sekuat batu karang. Dengan inilah aku bisa melegakan dada. Aku adalah gadis 13 tahun yang baru merasakan CINTA. Bendungan air mata tak bisa ku tahan. Dengan menenggelamkan kepala di bantal isak tangis ku hampir tak terdengar. Air mataku semakin deras mengalir. Terputarlah kembali ingatanku pada kejadian menyakitkan di sekolah tadi.
Di depan WC sekolah, aku dan ke empat sahabatku  (Ita, Tata, Ika dan Ely) bergurau. Saat tawa kami melebur menjadi satu, Kiky lewat di depan kami. Kiky adalah orang yang aku suka. Entah mengapa, Ia terlihat begitu istimewa untukku. Ita, Tata, Ika, dan Ely juga tau itu. Tata menarik tangan Kiky dan mendorongnya, Kiky duduk di sebelah ku. Saat itu, aku merasakan jantung ku bagai di kunci detaknya. Aku bagai naik ke langit ke tujuh. Senyum kecil menyembang di bibir Kiky.
Sahabat ku tau bagaimana perasaan ku. Mereka terus membuat ku dan Kiky semakin dekat, hingga tak ada jarak antara kami. Sekilas aku melihat perubahan ekspresi di wajah salah satu sahabatku, Ia terlihat..... tidak senang. Kiky salah tingkah, lalu Ia berdiri dan langsung pergi menuju kelasnya.
Kami masih bergurau dan membahas tentang Kiky. Hanya Ely yang tidak ada. Ia duluan ke kelas, PR matematikanya belum di kerjakan.
Bell masuk berbunyi. Kami bergegas menuju kelas. Tapi  aku tidak langsung ke kelas, aku  ke kantin terlebih dahulu. Dan aku aku juga sengaja melewati jalan yang lebih jauh.
Snack yang ku pegang jatuh begitu saja. Tubuhku membeku.
Cha.... Ely menghentikan kalimatnya. Darahku serasa naik ke ubun-ubun. Tanganku dingin seketika melihat sahabatku dan orang yang aku sayangi sedang bermesraan.
 Aku pergi begitu saja. Tak menghiraukan Ely yang memanggilku. Kabut bening dimataku jatuh tak tertahan. Aku tak percaya sahabatku melakukan itu.

Inilah akhir persahabatan

Semoga kalian bahagia

Aku terluka sungguh terluka
Tak percaya serendah itukah aku dihargai

Aku teluka sungguh terluka

Tak percaya semurah itukah arti persahabatan kita

Tak percaya
Tetapi inilah akhir persahabatan kita
Aku terbangun. Kemudian melirik handphone ku yang menyenandungkan lagu Afgan dengan Akhir Persahabatan. Ku lihat sekelilingku. Perasaan lega menghangatkanku. Untunglah, semua itu hanya mimpi. 

You Might Also Like

8 L.O.V.E

silahkan beri komentar kritik dan saran.
Terimakasih.

#muchlove