You or Him?

05.55

erIni nih cerpen yang gue bikin waktu lagi ulangan *anakrajin-__-*
maaf kalo hasilnya acak-acak. saya ga bisa bikin cerpen bagus..

lets check it out

****



“Lo kan tau kalo gue suka sama Adli!!” Yozi berteriak keras di depan Naomi yang mematung. Naomi tak berani menatap Yozi.
 “G..gg..gue tau”Naomi menunduk.  
“Terus? Elo tega pacaran sama gebetan sobat lo? HAH? Lo tega??!!! Gue benci elo Naomi!” Yozi hendak pergi meninggalkan kamar Naomi, tapi tangannya di genggam Naomi.
“maafin gue.. gue...gue ga tau musti gimana.. saat elo bilang kalo elo suka sama Adli, jauh sebelum itu gue udah suka sama Adli. Dan gue sama Adli udah deket banget, Zi” Naomi terduduk di kasurnya. Sambil memeluk bantal pink berbentuk hati , Naomi terus menangis.
“Ha..harusnya Lo tuh bilang ke gue Naomi!” Yozi duduk di sebelah Naomi. “kalo saat itu lo bilang, gue ga akan deketin Adli” Suara Yozi memelan.
Naomi mengangkat wajahnya. “Kalo elo berada di  posisi gue, apa yang bakal lo lakuin? Apa lo akan ngelepas Adli yang sangat lo cinta atau lo akan bilang ke sobat lo dan mendapatkan resiko di tinggalin sahabat lo? Apa yang akan elo lakuin Yozi? ” Naomi terus terisak. Ia tak bisa menahan semua gejolak di dadanya.
Yozi terdiam. “Kenapa? Lo ga bisa jawab kan, Zi? Bingung kan lo?” sekarang suara Naomi  yang meninggi.
“Na..Naomi..  se..sejak kapan lo pacaran sa..sama Adli?” Yozi membuka mulutnya.
“..... eemm..  tiga bulan..”  Naomi bingung dengan pertanyaan Yozi
“Naomi.... andai elo bilang kalo elo pacaran sama Adli” Yozi menunduk, butiran bening jatuh dengan lembut melewati pipinya. “gue gak mungkin ngedeketin Adli” Yozi terdiam lagi, terasa sesak di dadanya.  “dan gue gak mungkin mencintai Adli sampe kaya gini” lanjutnya
Naomi terus menunggu, kalimat apa yang akan keluar dari mulut sahabatnya ini.
“gue tadi malem jalan sama Adli dan kita..... kita... kita ci...u....man” Yozi semakin menunduk. Tetesan air mata terus mengalir.
Naomi dan Yozi terdiam. Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.
Yozi semakin merasa bersalah dengan keheningan ini. Keheningan ini membuatnya sakit.
Otak Naomi berusaha mencerna kalimat Yozi. Kalimat itu... terasa mengambang di telinganya
“kita ci...u....man” kalimat itu terus berputar di benak Naomi.
“Naomi.. maafin gue.. gue yang salah.. maafin gue” Yozi berlutut di depan Naomi. Menggenggam lembut jemari Naomi.
Naomi memeluk sahabatnya “Gak! Elo ga salah! Gue yang salah!! Maafin gue juga Yozi”
Yozi melepas pelukan Naomi “Naomi.. We are best friend?”
Naomi menatap Yozi, tepat di manik matanya. Senyumnya mengembang “Of course Yozi. We are best friend. Yozi and Naomi, best friend forever.” Mereka berpelukan lagi. Sekarang bukan tangis rasa bersalah atau kesedihan yang keluar, tapi tangisan haru.
“Gue bakal mutusin Adli” Ucap Naomi masih di pelukan Yozi
“Jangan Naomi. Gue gak mau kalian putus. Gue tau elo sangat mencintai Adli” Yozi tau, Ia akan sangat sakit bila Adli bersama wanita lain. Tapi, kebahagiaan sahabatnya akan mengobati sakit itu.
“Enggak Zi. Gue akantetep mutusin Adli. Gue emang sangat mencintai Adli.. tapi Adli selalu nyakitin gue. Dia selingkuh Zi. Bukan Cuma sama lo, tapi sama banyak cewe lainnya”
Yozi mengusap air mata Naomi. Senyum mereka menjadi satu dalam sebuah kebahagiaan.

You Might Also Like

16 L.O.V.E

silahkan beri komentar kritik dan saran.
Terimakasih.

#muchlove