“Karna cinta yang telah menyempurnakan kita”

02.18


Mungkin aku terlihat bodoh karna telah memilihmu, tapi inilah pilihanku. Aku tau apapun yang telah ku pilih, itu tanggung jawabku. Dan mencintaimu adalah tanggung jawabku. Aku mencintaimu, bahkan mencintai kebodohanmu. Tak peduli apa kata mereka.
“Kau mencintaiku?”
Di sore itu kau dan aku sedang duduk di taman belakang rumahmu
“Sayang, Cinta tak harus selalu di katakan bukan? Tapi rasakanlah cinta itu.” Kau menjawab pasti. Inilah yang orang lain tak tau dari dirimu. Kau selalu bisa membuat ku nyaman, dengan tingkahmu, kata-katamu, bahkan hanya dengan tatapanmu.
Berdua denganmu sudah cukup untuk membuatku bahagia. Walau kita sama-sama dalam diam. Tapi, ini lebih baik daripada melewati waktu bersamamu dengan melakukan hal-hal tak penting. Aku benar-benar tak ingin menyia-nyiakan waktu bersamamu.
“Entahlah, tapi saat bersamamu aku benar-benar merasa sempurna.” Kau mengucapkannya tulus.
“Kau tau, Sayang? Bukan kau, bukan aku, tapi ‘kita’. Cinta kita yang telah membuat segalanya sempurna Aku menatap manik matamu. Memperhatikan mata beningmu. Mata yang benar-benar menghipnotisku, seakan-akan gravitasi tak berlaku lagi dalam semestaku.
            “Aku tulus mencintaimu. Sungguh.” Kau menatapku lembut.
            “Cinta tak harus selalu di katakan bukan? Tapi rasakanlah cinta itu.” Aku menirukan lagi kalimat yang kau ucap “Dan aku selalu merasakan cinta itu.”
Dua senyum menyatu dalam diam, masih saling bertatap-tatapan. Tanpa genggaman tangan, cukup dengan saling bertatapan. Itulah cinta. Se-simple dan sesederhana itu.



Love,



Icha

You Might Also Like

9 L.O.V.E

silahkan beri komentar kritik dan saran.
Terimakasih.

#muchlove