Cupcakes & Popcorn

17.38

Sweet Cupcakes & Popcorn love story


“You know, we’re so different........... hmm.. I just wanna know, why u still loving me, Popcorn?” Setelah menunduk dalam diam, akhirnya Cupcakes membuka suara. Dan kemudian kembali menunduk sambil menunggu jawaban.
“Of course I know. Dan jawaban untuk pertanyaan terakhir mu itu hanya satu, dan aku pun sudah mengatakannya berulang kali. Karena aku mencintai mu!” sedikit dengan kekecewaan popcorn menatap penuh harap pada sosok mungil manis di depannya.
“Apa kita akan bahagia?” Kini cupcakes yang tadi hanya menunduk, menatap balik popcorn nya.
“Tentu! kalau kita bersama” Popcorn menghela nafas “Kalau kita saling mencintai." lanjutnya.
"hmm..." Cupcakes masih menunduk, diam-diam butiran bening berkali-kali ingin jatuh tapi tetap di tahan.
"Dan aku tau pasti akan perasaanku yang sangat mencintaimu. Entahlah untukmu......” kalimat Popcorn di biarkan menggantung.
Cupcakes masih menatap siluet di depannya yang tak terlalu jelas karna tertutup kubangan bening di mata.
“Kau tau persis bagaimana perasaanku padamu. Aku amat sangat mencintaimu. Bahkan sebelum kau tertarik padaku...... jauh sebelum itu aku sudah mengagumimu.”
“Lalu kenapa kau memutuskan pergi dariku?” Popcorn yang tadi hanya berdiri kini berjongkok di depan Cupcakes. Meraih lembut dagu si manis di depannya. 
Popcorn memperhatikan manik mata Cupcakes, mencari kepastian akan jawaban.
“Karena kita terlalu berbeda.” Cupcakes menjawab singkat. Popcorn mengusap air mata Cupcakes yang entah sejak kapan membesahi pipinya “Kau baik, bertanggung jawab, selalu ingin tau, aku mengagumi hal itu darimu. tapi kadang kau sangat tidak teduga, bisa meledak-ledak dan menjadi sangat posesif”
“Hanya karena itukah?” Suara popcorn memelan, nyaris seperti bisikan. Sekali lagi Popcorn mencari kepastian akan jawaban melalui manik mata di depannya.
            Cupcakes. Orang pertama yang benar-benar telah mengambil jiwanya. Menghilangkan akal sehatnya. Entah mengapa gadis yang jauh berbeda kasta itu bisa menakhlukannya. Cupcakes. Gadis mungil, manis, manja dan selalu ceria. Gadis inilah yang menularkan semangat dan segala macam keceriaan pada Popcorn yang kaku. Dan justru gadis inilah yang merubah kehidupan Popcorn yang awalnya hanya kebahagiaan semu kini bisa menjadi kebahagiaan yang benar-benar 'kebahagiaan'.
“Aku tau kau tidak akan pernah bahagia bila bersamaku” Cupcakes terisak.
Popcorn duduk mensejajarkan diri dengan Cupcakes. Membelai lembut rambut halusnya dan menjatuhkannya di pundaknya.
“Justru aku tidak bahagia tanpa dirimu......” Popcorn melingkarkan satu tangannya di pinggang Cupcakes.
“Maafkan aku yang tidak bisa membuatmu lebih bahagia” Cupcakes masih terisak. Merasa bersalah “Lalu apa yang bisa aku lakukan untuk membalas semua pengorbananmu, Pop?” lanjutnya.
“Cukup dengan setia dan tidak pergi meninggalkanku...... selamanya” Popcorn menatap penuh harap.
“Aku janji.” Cupcakes membentuk huruf V dengan jari manis dan tengahnya.
“Terimakasih, Cup” Popcorn mengecup kening gadisnya. “We’ll be food family, right? hahaha”
“Yaps. Of course. And we’ll become a happy family ever”
Dan sekarang aku tau, saling menghargai perbedaan itu penting. Karna perbedaan yang telah menyatukan kita.


love,



Icha

You Might Also Like

49 L.O.V.E

silahkan beri komentar kritik dan saran.
Terimakasih.

#muchlove