3 Steps In Love

20.57




“Jika hujan turun dengan tanda sebelumnya, maka berbeda dengan hati dan rasa
yang tidak tahu kapan akan merona, mengelam atau sebatas memudar. “
-emeliariska


“Jadi cuman sampai disini perjuangan kamu, Kak?” bening di manik matanya mulai mengalir perlahan.
Sementara Sang Lelaki pujaannya hanya bergeming dengan wajah tak nyaman. Lelaki yang selama ini menjadi sandaran hatinya, begitu pengecut hanya untuk mengungkapkan ‘Mengapa’.
“Jahat!” Akhirnya hanya kata itu yang keluar dari bibir manis si gadis mungil, mewakili seluruh kecamuk di dadanya. Pundaknya naik turun menahan isak. Tak ada lagi pundak yang Ia cari, pundak itu kini pergi. Menghempas harap Sang Gadis.
***
 “Aku tau kamu mulai bosan, mulai berpikir untuk melabuhkan harap pada lelaki lain. Tapi aku yakin, kamu tidak benar-benar berhenti mencintaiku. Aku yakin. Iya kan, Sayang?” Lelaki itu menggenggam tangan gadisnya dengan tulus, berusaha menemukan sirat cinta dari matanya.
Sementara Sang Gadis pujaannya hanya bergeming dengan wajah tak nyaman. Berusaha menyembunyikan gejolak di dadanya. Begitu segan hanya untuk mengungkapkan ‘Kenapa’.
“Kembalilah, ku mohon.” Akhirnya hanya kata itu yang mampu keluar, mewakili seluruh harap yang menggantung. Gadis mungil itu menatap Sang Lelaki dengan penuh rasa tak percaya. Lelaki itu seperti mengumpulkan kembali serpihan hati yang telah dihancurkan. Serpihan hati Sang Lelaki.
***

“Aku mencintaimu, Sayang”
“Aku juga mencintaimu, Kak”
Sesederhana itu namun mampu membuat hati bergetar, membuat awang dipenuhi wajah Sang Pujaan. Ya, Sesederhana itu.
~



Haii Loverssss… Howdy??!
Anyway, di postingan kali ini gue menaruh judul “3 Steps In Love”, Why?
Okkey, gue lama gak ngepost dan sekalinya ngepost isinya cinta-cintaan. Pfft.
Gapapa kan yaa? Yaaa? *puppyeyes* muehehe. Siapa yang ngelarang coba kan :p
Dari judulnya aja udah ketahuan bangetkan isinya apa. Ini sih secara garis besar dan menurut survey nyata. Bukan sebatas Quick Count! Kalau menurut gue sih kayak gini, taudeh menurut Tipiwan :3
Back to our topic, Siapa sih yang gak pernah ngerasain virus merah jambu ini? Virus yang bisa bikin senyum gak jelas, loncat-loncat sendiri, bahkan nyuci baju sendiri menari-nari di padang ilalang sambil bilang “I FEEL FREE~~~”. Sorry gue gak curcol, ini survey yang membuktikan! *iyain aja biar cepet*
Just being together we'll be perfect.
 3 Steps In love membahas tentang fase percintaan yang hampir semua orang yang merasakan cinta akan merasakannya. Bisa jadi, kita ngerasain, kita ngalamin, tapi kita gak nyadar akan fase itu.
Love yang kita bahas disini sebatas Love diantara laki-laki dan perempuan yang sebelumnya ngerasa asing, tapi bisa jadi berasa deket banget. Just call it “The Power Of Love”….  Tidak termasuk love kepada orangtua ataupun saudara yaaa. Ngerti kan maksud aing? Aing gak bisa ngejelasin qaqs :’(
Actually, Love isn’t just about the relationship. Why? Karena semua orang berhak merasakan cinta tanpa harus adanya ‘Relationship’ itu sendiri.
Kenapa gue bilang gitu? Karena umat-umat jomblo masih merajai ¾ dunia. Dengan kekuasaan yang merajalela, dan hati yang terlena-lena. Jadi buat kalian para kaum ‘Tidak Jomblo’, jangan sombong karena kalian hanya bagian kecil dari dunia ini. Jangan menghina yang jomblo, karena bisa jadi mereka lebih mulia karena menjaga mata, hati dan diri #tjieeee



Langsung aja menuju ke 3 Steps In Love:

1   Love Is Blind
Ngerasa gak sih, kalo udah mencintai seseorang bisa bikin buta? That’s rite. Pikir lagi deeeeh, bener gak? Haha.
Disaat kita mencintai seseorang, apalagi secara berlebihan itu akan membuat kita hanya berfokus pada apa yang membuat kita tertarik. Misalnya, kita suka ngeliat senyum si cewe karena giginya yang gingsul. Kita gak peduli itu cewe rajin sikat gigi apa enggak, bisa jadi mulutnya bau jeroan tapi kita gak peduli. Ya Kan?
Apalagi nih kalau rasa itu baru-baru tumbuh, semuanya berasa indah aja. Twitter di follow back gebetan aja bisa bikin terbang bersama lumba-lumba akrobatis :3 pikirin aja kalau yang lainnya gimana? Istilahnya tuh ya Dunia berasa milik berdua, Mpok Nori kek Luna Maya.
The power of Love……..
Tapi bahayanya kalau kita gak bisa mengendalikan rasa cinta itu, sehingga membuat diri kita terlena dan gak sadar apa-apa. Bahaya bin Fatal! Makanya, jangan biarin rasa cinta itu mengendalikan diri kita, haruslah kita yang mengendalikannya. Gimana caranya?
Rasulullah SAW bersabda,
“Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”
 (HR At-Tirmidzi)
Itu doang masa? Iya itu doang. Serius? Iyaaaaaa serius, duarius malah.
                Why? Karena dengan seperti itu kita sudah mengendalikan diri kita sendiri. Cinta yang kita punya gak sebatas nafsu belaka. Nafsu disini bukan hanya ‘aktifitas’, tapi dari hal sederhana. Misalnya mencintai seseorang karena kecantikannya. Itu nafsu J paham? Hehe.
Okey, Masalah mencintai dan membenci karena Allah kita bahas lebih mendalam dipostingan gue selanjutnya. Insya Allah.

2.     2.  Boring Session
                Setelah masa merah jambu yang lagi merah-merahnya, bakal ada fase ini. Fase dimana titik jenuh menghadapi gebetan ataupun pasangan. Fase dimana mulai bosan dengan hubungan yang gitu-gitu aja. Kalau di fase Love Is Blind disms ‘Lagi ngapain’ ‘Udah makan belom’ ‘udah cebok belom’ itu bisa bikin kejang-kejang saking senengnya, di fase Boring Sesion ini semua itu bernilai nothing.
                Iya. N-O-T-H-I-N-G. bahkan mungkin bikin jengah atau ilfeel. Ya karena boring itu tadi, hubungan yang kayak gitu-gitu aja. Si doi juga gak pernah peka, kalau cengcengannya bosen. Akhirnya ngelirik cewe/cowo lain deh, yang bisa bikin nyaman dan dibawa have fun.
                Mungkin kalau yang sama gebetan, bisa jadi lo bosen karena si gebetan juga gakpeka sama perasaan elo. Atau bahkan si gebetan yang bosen sama lo karena lo nya terlalu klasik gombalannya. Atau bisa jadi, si gebetan biasa aja sama elo, tapi elo nya yang terlalu nganggep berlebihan, akhirnya ngambil ke perasaan dan bikin elo berjuang mati-matian buat ngedapetin. Eh tapi pas nembak ditolak. Ukh.

                


                Tapi, setelah ditolak pun lo tetep berjuang demi doi yang lo puja-puja. Karena tanggapannya yang biasa aja dan cenderung bikin mati gaya. Lo bertahan, eh tertahan. Itu fase bosan berjuang :’) Sabar yah. Free puk puk for you.
                Di dalam sebuah hubungan, yang menjadikannya bahagia itu adalah semua pihak yang berperan. Bukan aku-kamu, tapi KITA.  Namanya aja ‘saling’ mencintai yaa semuanya harus serba ‘saling’, saling berjuang, saling bertahan, saling mengerti satu sama lain.
Fase Boring Sesion ini gak boleh lo lewatin gitu aja, maksudnya jangan sampe di fase ini semuanya benar-benar nothing. Jadiin fase ini sebagai masa intropeksi.

3.   The End
                The End adalah masa penentuan. Fase dimana lo harus tegas sama perasaan. Kalau love itu masih bisa di perjuangkan, ya perjuangkan. Jangan disia-siakan. Karena bisa jadi, apa yang ada sekarang bakal bikin lo nyesel kalau gak diperjuangkan. Think twice before.
                Kalaupun misalnya lo harus berhenti berjuang, yakinin diri lo dulu. Yakinin perasaan lo kalau si doi memang seharusnya lo lepas aja, karena mungkin fase Boring Sesion bukannya malah bikin intropeksi tapi malah bikin hubungan dan perasaan broke up. Karena elo yang nentuin the ending of your own story.

The END Cuma punya dua pilihan, Stay On or Move On.
Just choose then.






Nb: This is just a simple word that 
I though then I wrote ;)

Peace Love n gawl,




Emelia Ariska

You Might Also Like

30 L.O.V.E

silahkan beri komentar kritik dan saran.
Terimakasih.

#muchlove