08/10/13

Malaikat Cinta

Ya. Malaikat Cinta itu IBU.
Bidadari Surga yang diturunkan Sang Pencipta untuk membagikan cinta pada seorang kamu di dunia.
Tidak ada seorang Ibu pun tanpa cinta. Kecuali mereka yang telah terbutakan mata hatinya.

sumber

Anak mana yang tidak mencintai Ibunya? Sungguh anak itu telah menjauhkan ridho-Nya.  Udzkurullah. 
"Keridhoan Allah terletak pada keridhoan seorang Ibu"
Ah. Tapi kadang ada saja perasaan mengganjal yang membuat kita menyalahkan ibu. Padahal kurang apa lagi kasih sayang ibu itu. 
Tidak cukupkah menyusahkan Bidadari itu selama 9 bulan dirahimnya? menendang-nendang yang kadang membuatnya kesakitan. Lalu saat melahirkan buah cinta dengan perjuangan bertarung dengan kematian yang amat menyakitkan.
Tidak cukupkah hanya itu yang membuat IBU meneteskan butiran bening dimatanya?
Pantaskah seorang anak yang bukannya mengangkat beban malah menuntut macam-macam?
Astagfirullah...... berapa banyak dosa yang telah dilakukan pada sang bidadari Surga.
sedangkan berkata "Ah!" saja diharamkan, apalagi membentak, memukul, atau hal lainnya yang lebih menyakitkan.

Kadang, setelah sekian lama Ibu menyimpan rasa. Pelupuk matanya tak sanggup jua menyimpan beban hatinya. setetes-dua tetes lalu berlanjut ke tetes-tetes lainnya. Sungguh luka di hati Ibu semakin terkoyak dan meluas.
Anak mana yang tega hanya melihat Malaikat Cinta melemah di setiap tetesnya? Anak mana yang Tega!
Sebuah pelukan dan belaian penuh cinta pun tak apa, walau tanpa kata.

Ya Allah. Kalau seorang anak meninggalkan Ibu nya yang sakit, renta, ataupun tidak berdaya betapa durhaka nya anak itu. Sementara Ibu selalu ada disaat kapanpun sang anak membutuhkannya. 
Sungguh pengorbanan Ibu itu luar biasa. Dari segumpal darah, menjadi manusia yang sudah sempurna. 
Pengorbanan Ibu itu tiada duanya.....
"Ibu dalam pandangan Islam adalah telaga suci dengan air yang mengalir tanpa henti untuk anak-anaknya baik anak-anaknya ada didekapannya maupun telah memiliki naungan lain, kecemasan-kecemasan dan perihal tentang kegelisahan membuat telapak kaki seorang ibu menjadi syurga bagi anak-anaknya."-source

Coba ingat lagi, berapa banyak pengorbanan yang Malaikat Cinta berikan?
sekarang, berapa banyak pengorbanan yang telah dipersembahkan untuk dirinya?
Sudah melebihikah? Tidak akan pernah bisa.

03/10/13

Cinta


Follow me : @emeliAriska
Wish Afgan Syahreza read this. 
I just wanna have some conversation with ya. Please gan....


“Aku cape Gan!”
“Cinta, aku mohon” Manik mata dua sejoli itu bertemu, “Kita masih mencari peluang, mencari waktu yang tepat. Aku mohon sabarlah cintaku.” Afgan meraih sepasang tangan didepannya.
“Iya. Tapi sampai kapan?” Mata itu kembali sendu, menyembunyikan harap di beningnya.
“Sampai keadaan memungkinkan.” Afgan meyakinkan Cinta, tulus.
“Aku cape!!” Cinta berbalik, berlari meninggalkan Afgan sendiri di lorong sepi Rumah Sakit.
Aku belajar mencintaimu,
Mencintai tanpa syarat apapun.
Meski kau yang tersulit untukku,
Tapi aku tak ragu.
Handphone Cinta berdering untuk yang kesekian kalinya, dan untuk kesekian kalinya juga di abaikan begitu saja. Cinta terus melajukan mobilnya di temani butiran bening yang tak mau berhenti jatuh dari pelupuk mata.
Ah semua orang ingin di mengerti, tapi kenapa tidak ada yang bisa mengerti. Atas nama Cinta semua di korbankan. Perasaan, paksaan, sakit semua terabaikan karena satu kata, Cinta. Sampai kapan harus merasakan? Sampai kadar sabar menipis perlahan lalu habis termakan.
“Aaakhh!!!!” Cinta menggeram, mengenyahkan segala macam pikiran. Belum lagi macet Jakarta yang membuat moodnya semakin tidak karuan.
Semua ini berawal dari pertemuan keluarga Perusahaan yang menaungi Ayahnya dan juga Afgan. Sesosok berkacamata yang sesekali mengembangkan senyumnya di antara para undangan membuat perhatian Cinta hanya tertuju pada satu titik itu. Saat seorang lain yang mengajak berkenalan pun, Cinta hanya mendengarkan sekilas. Lalu bercakap tanpa arah.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...