Malaikat Cinta

23.53

Ya. Malaikat Cinta itu IBU.
Bidadari Surga yang diturunkan Sang Pencipta untuk membagikan cinta pada seorang kamu di dunia.
Tidak ada seorang Ibu pun tanpa cinta. Kecuali mereka yang telah terbutakan mata hatinya.

sumber

Anak mana yang tidak mencintai Ibunya? Sungguh anak itu telah menjauhkan ridho-Nya.  Udzkurullah. 
"Keridhoan Allah terletak pada keridhoan seorang Ibu"
Ah. Tapi kadang ada saja perasaan mengganjal yang membuat kita menyalahkan ibu. Padahal kurang apa lagi kasih sayang ibu itu. 
Tidak cukupkah menyusahkan Bidadari itu selama 9 bulan dirahimnya? menendang-nendang yang kadang membuatnya kesakitan. Lalu saat melahirkan buah cinta dengan perjuangan bertarung dengan kematian yang amat menyakitkan.
Tidak cukupkah hanya itu yang membuat IBU meneteskan butiran bening dimatanya?
Pantaskah seorang anak yang bukannya mengangkat beban malah menuntut macam-macam?
Astagfirullah...... berapa banyak dosa yang telah dilakukan pada sang bidadari Surga.
sedangkan berkata "Ah!" saja diharamkan, apalagi membentak, memukul, atau hal lainnya yang lebih menyakitkan.

Kadang, setelah sekian lama Ibu menyimpan rasa. Pelupuk matanya tak sanggup jua menyimpan beban hatinya. setetes-dua tetes lalu berlanjut ke tetes-tetes lainnya. Sungguh luka di hati Ibu semakin terkoyak dan meluas.
Anak mana yang tega hanya melihat Malaikat Cinta melemah di setiap tetesnya? Anak mana yang Tega!
Sebuah pelukan dan belaian penuh cinta pun tak apa, walau tanpa kata.

Ya Allah. Kalau seorang anak meninggalkan Ibu nya yang sakit, renta, ataupun tidak berdaya betapa durhaka nya anak itu. Sementara Ibu selalu ada disaat kapanpun sang anak membutuhkannya. 
Sungguh pengorbanan Ibu itu luar biasa. Dari segumpal darah, menjadi manusia yang sudah sempurna. 
Pengorbanan Ibu itu tiada duanya.....
"Ibu dalam pandangan Islam adalah telaga suci dengan air yang mengalir tanpa henti untuk anak-anaknya baik anak-anaknya ada didekapannya maupun telah memiliki naungan lain, kecemasan-kecemasan dan perihal tentang kegelisahan membuat telapak kaki seorang ibu menjadi syurga bagi anak-anaknya."-source

Coba ingat lagi, berapa banyak pengorbanan yang Malaikat Cinta berikan?
sekarang, berapa banyak pengorbanan yang telah dipersembahkan untuk dirinya?
Sudah melebihikah? Tidak akan pernah bisa.

Coba ingat lagi, siapa orang pertama yang menghapus air mata saat terjatuh?
Mata siapa yang penuh dengan khawatir ketika kita tidak pulang kerumah?
Siapa yang selalu menghadiahkan doa untuk kita menuju jalan bahagia?
Siapa tempat kita kembali di dunia?

Yang menurutmu mungkin kesalahan Ibu itu haruskah membuatmu lupa akan semua pengorbanannya?
Semua pernah kecewa. Saat kecewa karena hal kecil yang dilakukan Ibu apakah menghilangkan bakti kita padanya?
Ya. Bilang saja kecewa, tapi pernahkah terpikirkan Ibu juga seringkali kecewa karena kita. SERING! tapi, Malaikat Cinta itu tetap tersenyum dibalik luka.
Coba ingat lagi.

Ibu merindu kita yang bergeliyat manja di tubuhnya. Merengek lalu minta di gendong kemana-mana.
Sekarang saat dewasa, jangankan bergeliyat manja, kadang mencium tangan pun lupa.
Apalagi minta gendong kemana-mana, sudah seharusnya kita yang melakukannya.
Arti sebuah kecupan hangat dan pelukan mesra itu sangat berharga untuk Sang Malaikat Cinta.

Ibu, Malaikat Cinta, Bidadari Surga yang tiada dua nya di dunia.
Sudahkah kita mempersembahkan Cinta untuknya?


Aku, Mama dan Ka Mhey

Untuk Mama ku tercinta, Mama adalah sumber motivasi Cicis. Percaya kan Cicis untuk terus bermimpi dan selalu doa kan Cicis agar Mimpi Cicis bisa terwujud menjadi kenyataan. Love u Mom :*

23:52
Masih belum bisa tidur,
Mama  lagi sakit dan badannya panas :'(



Love,



Icha

You Might Also Like

26 L.O.V.E

silahkan beri komentar kritik dan saran.
Terimakasih.

#muchlove