[News] Pelantikan Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta
LDII Yogyakarta 02.53| Emel dan Mba Nabila wawancara Ketua LDII Kota Yogyakarta terpilih |
Pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta resmi dikukuhkan pada Sabtu, 9 September 2017 di gedung Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta. Pengukuhan pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY, Kepala Kementerian Agama, Kepala MUI, Dandim, Wakil Kapolres, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Yogyakarta beserta seluruh pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta, ulama, serta para tamu undangan lainnya.
Wali Kota Yogyakarta dalam sambutannya yang diwakili oleh Drs. H. Sigit Warsito menyampaikan bahwa pemerintah Kota Yogyakarta sangat mengapresiasi LDII yang telah hadir di tengah masyarakat mensyiarkan Islam guna merajut persatuan dan kesatuan. Dengan demikian Islam akan senantiasa tampil sebagai agama yang rahmatan lil’alamin, agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta sungguh dapat dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta.
Adapun susunan pengurus harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta terdiri dari Ketua H.Sudarsono, S.KM.,M.Kes. ; Wakil Ketua Drs.H.Tri Suranto, M.Pd. , Ade Imam Syamsul Rahman, ST, M.Eng. dan Tri Bangun Bagyo Raharjo, S.Ag. ; Sekretaris Sigit Arianta Wibawa, S.Kep. ; Wakil Sekretaris Bagus Hendarto, S.Pd. dan Muhammad Yudo AP., ST. ; Bendahara Budi Bowo Riswanto, SPKP. ; Wakil Bendahara Agung Himawan, BE.
“Kepada pengurus yang dilantik kami mengucapkan selamat mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya, kami berpesan jadikanlah LDII sebagai wadah dalam menyejahterakan umat, menjaga kerukunan antar umat beragama serta mensyiarkan ajaran Islam yang humanis,” ucap Drs.H.Sigit Warsito dalam sambutannya.
H.Sudarsono, SKM., M.Kes. sebagai Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta terpilih berharap dengan dilantiknya kepengurusan yang baru dapat mewujudkan visi dan misi LDII sebagai organisasi dakwah Islam yang profesional, religius, dan berwawasan luas serta dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara.
(LINES Yogyakarta/Emelia Ariska)
(LINES Yogyakarta/Emelia Ariska)
Berita ini sudah diterbitkan di web LDII DIY dengan judul
LDII Jaga Kerukunan, Sejahterakan Umat dan Syiarkan Islam
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Such an honor to be a part of Journalist in LINES Yogyakarta.
Yeayyyy Em seneng banget liputan kedua ini bisa ketemu dan ngobrol langsung sama bapak-bapak pengurus LDII DIY yang baru dilantik. Sebenarnya sih pelantikan ini akan dihadiri sama Bapak Walikota, tapi ternyata Bapak Walikota berhalangan hadir dikarenakan ada kepentingan yang lain. Tapi gak papa, Pak Walikota tetap menyampaikan sambutannya diwakili oleh Drs. Sigit Warsito.
Gak sabar deh pingin liputan lagi, ketemu sama orang-orang baru, yang pasti akan ngasih pelajaran baru buat Emel. Sooo Happy!!!!!
Beberapa waktu yang lalu aku sempet 'lost my self' , I mean, segala hal tuh jadi serba bingungin, bingung ngejalaninnya. Aku mikir kalo aku berada pada zona nyaman, padahal aku gak nyaman sama sekali. Nah gimana tuh? haha. ya makanya aku bingung. Everythings I did is nothing, semua berasa cuma berjalan dasar. Hati kecil aku mikir "This is not myself". Sampe pada akhirnya, aku nyerah sama diri aku sendiri. Apalagi yang dilakuin cewe -atau mungkin cuma aku?- kalo bukan nangis? Hahaha.
Tong sampah sebagai tempatku ngeluarin semua unek-unek adalah IR (inisial karena nanti dia famous wkwkwk). Jadi si IR ini adalah teman dekat, musuh heabt, sekaligus psikolog pribadiku, because she knows everything abaout my personalities.
Saat itu dia bilang "Ayo Cah, aku nggak mau kamu stop sampai disini aja. Look back, ke buku diary kamu. Flashback ke emelia kecil. Take a time to be alone to understand yourself. Find your purpose ya, cah. Yakini disitu. Dalam proses pasti ada fase putus asa. But don't give up, because I won't"
Yash. That's one of my personalities. Yang everything itu pake feeling, apa-apa dirasain pake hati, mudah tersentuh hatinya. makanya jangan sekali-kali ngambil hati ku kalo ga mau serius *eh
and FYI: 'Cah' itu dari kata bocah yang jadi nama panggilan gue di SMA because they said I'm Childish-_- itu juga salah satu personaliti ku. Aktif banget, ngoceh terus, pecicilan, ga bisa anteng, polos, manjaaaa dan egois . Lah ini kok malah buka aib :(
Nah nah, karena aku penasaran nih, Gimana sih detail personaliti/kepribadianku itu? So, aku iseng nge-search kata personality . Eh terus nemu yang paling catchy web. Setelah masuk ke web ada tulisan "Take the test" ....... satu persatu pertanyaan terjawab, banyak juga ternyata. Bukan Emel namanya kalo nyerah! *cihuyy
Menurutmu kepribadianku kaya gimana?
and VOIILAAA...... this is the result !
Yups, tanggal 3 Desember lalu kita memperingati Hari Disabilitas Internasional. (latepost ya haha)
Pada tau nggak sih apa disabilitas itu?
Sebenernya, sebelum ikut kegiatan charity di tanggal 3 Desember kemarin aku juga belum 'ngeh tuh apa itu disabilitas, mikirnya sih disabilitas itu sama kaya difabel.
Emang beda ya?
Jelas beda. (ternyata beda. Emel juga baru tahu hehe)
Okay, mari kita lihat definisi menurut para ahli, apa sih perbedaan disabilitas dan difabel?
Bukit Giri Watu Nggembos atau
yang dikenal dengan Bukit Bernafas terletak di kawasan Gunung Kidul,
Yogyakarta. Tahu kan kalau daerah Gunung Kidul kaya dengan pantai-pantainya?
Nah dari bukit bernafas ini, kita dapat melihat panorama jajaran pantai dan
birunya lautan luas. How Wonderful Yogyakarta!
Bukit bernafas memang cocok untuk dijadikan spot saat hendak
menikmati sunset. Karena selain
tempat yang berada di ketinggian 25mdpl, juga langsung berhadapan dengan
hamparan biru lautan.
Perjalanan ke bukit bernafas ini bisa dilewati
dengan perjalanan darat, dan disarankan menggunakan motor biar lebih seru.
Apalagi kalau bareng sama sohib-sohib dan lebih spesial kalau berdua sama doi
(ciyeee kek punya aja). Sebelum ke Bukit Bernafas, kita akan lebih dulu melewati
pantai Krakal. Biasanya akan ada biaya masuk Rp.10.000 untuk setiap kendaraan.
Setelah memasuki wilayah pantai Krakal, akan ada jalan kecil yang menanjak
untuk menuju ke Puncak Bukit. Nah, kenapa disarankan menggunakan motor, selain
biar lebih seru juga karena jarak antara daratan dan puncak bukit lumayan jauh
kalau jalan kaki yaitu ±18 meter.
Dibawah bukit bernafas merupakan sebuah goa
yang ditempati oleh burung-burung walet yang menghasilkan sarang dan diburu
oleh orang-orang. Pada zaman dahulu goa dibawah bukit bernafas ini dijadikan
tempat semedi oleh masyarakat, seiring perkembangan zaman dan mulai terkikisnya
kepercayaan masyarakat maka hal-hal seperti itu ditinggalkan pula.
Selain spot untuk menikmati kala sunset, Bukit Bernafas juga biasa
dijadikan spot untuk pemancingan. Tebing
yang menghadap ke arah barat cocok untuk memancing karena ketinggian tebing
yang tidak terlalu tinggi serta di tempat tersebut sangat terlindung dari
tiupan angin muson timur dimusim kemarau.
Ketika sudah sampai dipuncaknya, sembari
menunggu jingga matahari yang menurun, coba pejamkan mata dan nikmati suara
hembusan-hembusan angin. Hempasan ombak melalui celah batuan bukit beradu
syahdu dengan desirnya. Nah konon, dinamakan bukit bernafas karena suara-suara
yang terdengar seolah-olah bukit sedang bernafas.
Daaaaaan saat sudah berada dipuncak, mata akan
dimanjakan oleh panorama yang begitu indah. Dibagian utara akan terlihat
pantai-pantai indah Gunung Kidul, dari pantai Krakal, pantai Kukup, panti Baron
dan lainnya. Beda lagi disebelah utara, akan terlihat batu-batu kokoh dengan
kikisan air laut yang membentuk karya seni alami ciptaan Tuhan.
Sunset itu milikmu seutuhnya!
Duduk di pinggiran bukit dan menikmati sunset
yang indah. Lautan seketika berubah menjadi jingga, melukis langit
diatasnya. Uhhh.. gak bisa digambarkan gimana indahnya sunset di Bukit bernafas ini. Benar–benar tempat yang recomended
untuk kalin para pemburu sunset.
Lelaki bermata
Hujan.
Kenapa Hujan? Karena hujan
membuatku jatuh cinta, pun kepadanya. Manik mata yang begitu lekat, tak pernah
mampu membuatku beralih menatapnya. Aku sangat mencintai hujan, disetiap rintiknya.
Jika yang lain berani bermain bersama hujan, aku lebih senang menikmatinya
dalam keteduhan. Dan aku mencintai lelaki bermata hujan. Diam-diam mencintai
dengan sangat dalam.
Namun, layaknya hujan, dia datang
lalu pergi…….. menyisa genangan.
Lelaki bermata
Teduh.
Sebut saja dia Lelaki bermata
teduh. Sorot matanya yang tajam, namun menenduhkan mampu membuat ku jatuh.
Jatuh hati. Bersamanya aku nyaman, tidak akan sakit karena bermain hujan pun
kepanasan. Di saat diam-diam aku menikmati tiap rintik hujan, dia tetap
bersamaku, tidak meninggalkanku, tidak membiarkanku kehujanan. Dan diam-diam
rasa nyaman ubah menjadi rasa cinta yang mendalam.
Namun, kusadari, tanpa hujan, aku
tidak akan mencintai keteduhan…….
Lalu
pada Hujan ataukah keteduhan? Beri aku pilihan.
Ps:
Dan aku baru menyadari, berkali-kali aku menyebutkan “Aku mencintai hujan.”
| Rain In Paris |
THANKYOU SOOOO MUCH, Kak Cindy <3
Yukk langsung aja kita review ;)









