Kita hanya bagian kecil dari alur cerita yang berjalan dengan semestinya. Qodarullah yang kita jemput, dengan komitmen bahwa hal ini harus dengan cara yang baik, yang barokah. Karena dari setiap nasehat guru-guru kita, makna barokah adalah kebaikan dari yang terbaik, semua adalah kebaikan, kebaikan yang datang dari segala sisi. Maka komitmen kita adalah, semoga Allah jodohkan dengan yang barokah dalam mendekatkan pada surga.
![]() |
| Ketika kita mengetuk pintu langit dengan doa, maka pintu-pintu itu akan terbuka dengan segala kebarokahannya. |
Maha Suci Allah, yang telah menjadikan kita
berpasang-pasangan,
menjadikan kebaikan dan pahala yang dilipatgandakan.
Mencintai seseorang yang sebelumnya tidak pernah aku
perhatikan sedikitpun darinya,
tidak pernah aku sebutkan namanya dalam doa,
tidak pernah sepintaspun terpikir akan dibersamakan dengannya.
Melewati berbagai keraguan-keraguan yang panjang.
Sangat
panjang.
Perasaan yang kadang dikendalikan ego.
Air mata yang tidak tahu lagi
berapa kali jatuhnya.
Saat-saat seperti itu, yang aku ingat adalah
“semua berasal
dari Allah, maka kembalikan kepada Allah”
Dalam prosesnya, aku tidak pernah menceritakan
masalah-masalah yang terjadi kepada dia,
apalagi kepada orang lain.
Hanya
kepada Allah aku pasrahkan semua rasa yang ada, semua jalannya.
Menikmati
kerikil-kerikil kecil, yang kalau tidak hati-hati bisa tersandung dan berdarah.
Ketika hatiku rasanya sesak, keraguan muncul lagi,
maka
semua ku pasrahkan pada Allah.
“Kalau memang dia yang terbaik dan barokah untuk
kehidupan dunia dan akhirotku,
semoga Engkau kuatkan sabarku dan menjadikanku
hamba Mu yang ahli syukur”
Salah satu doa favoritku adalah doa cinta Nabi Dawud,
doa Nabi
Daud ‘alaihis salam ialah:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
kepada-Mu cinta kepada-Mu, dan cinta kepada orang yang mencintai-Mu, serta amal
yang dapat menyampaikan diriku kepada cinta-Mu.Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu
merupakan hal yang paling aku sukai lebih daripada kepada diriku sendiri,
keluargaku, dan air yang sejuk.” [HR.Tirmidzi]
Jauh sebelum menyebut namanya dalam istikhoroh, lebih dulu
doa ini yang kurapalkan.
Doa ini benar-benar menjadi penguatku, memohon cinta
Allah, cinta kepada Allah, memasrahkan cinta yang dilabuhkan pada orang yang
juga melabuhkan cinta pada Allah.
Menempatkan perasaan ini pada tempat yang
seharusnya.
Lalu ada saja kebetulan-kebetulan yang mendekatkan, bukan
dengan jalan yang dipaksakan.
Yang utama, ridho dari orang tua.
Aku percaya,
sesulit apapun jalan yang akan dilewati,
jalan-jalan itu akan terbuka dengan
ridho dan doa orangtua.
Melangitkan doa-doa. Sejatinya doa ku bukan tentang dia,
tetapi tentang cinta pada Sang Pencipta. Pun kedatangannya adalah kebarokahan
dari setiap doa-doa yang terbuka. Dia adalah jawabannya.
![]() |
| Dan kamu adalah keajaiban sebab doa-doa. |
Halo Bloggies.
nb:
Postingannya bersambung hahahha
Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman kuliah dan
bagaimana aku survive, bisa tetap
ikut organisasi, berprestasi, dan lulus tepat waktu. Hal ini berdasarkan
pengalamanku pribadi. Perlu digaris bawahi, pencapaian tiap orang itu berbeda, yang
terpenting kita harus menghargai proses yang kita lalui dan juga proses yang
orang lain lalui. Hasil adalah bonus
dari usaha, yang terpenting adalah bagaimana kita berproses dan melakukan yang
terbaik. Percaya dan yakin bahwa ketika kita sudah berusaha melakukan yang
terbaik, maka Allah akan membalasnya dengan hasil yang terbaik pula. DOA! itu
pertama dan utama. Semoga postingan ini bisa bermanfaat untuk memotivasi
pembaca blogku tercinta *kissss
![]() |
| Kehidupan itu tidak semua berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan, Keberhasilan dan kegagalan hanya jembatan agar kita belajar. |
Kuliah adalah masa peralihan. Peralihan yang mengharuskan
kita untuk mandiri, dari segi manapun, akademik, sosial, psikologis, apalagi
kalo anak rantau yang kuliahnya jauh dari orangtu, harus belajar hidup sendiri,
bertanggung jawab untuk diri sendiri. Karena saat berada di masa ini, kita
benar-benar enggak bisa bergantung sama siapapun. “Circle” atau lingkup pertemanan kita mengecil. Mungkin awal-awal
kuliah masih punya geng yang solid,
tapi lama kelamaan kita akan memilih sendiri, tidak semua yang di kelompok
pertemanan atau geng itu dekat secara
hati ke hati atau personal.
Aku merantau dari tanah Kalimantan ke seberang pulau,
tepatnya di Yogyakarta. Alasanku pengen kuliah di pulau Jawa itu selain karena
pendidikan, SDM dan sarana prasarana lebih baik dari kota ku, juga karena ada
bioskop dan gramedia nya hahahhaha. Di kota ku waktu itu belum ada bioskop dan
gramedia, padahal aku suka banget baca buku, kalo beli buku mesti nitip temen
yang liburan ke pulau Jawa dulu :’) terusssss, aku pengen banget nonton di
bioskop, soalnya ga pernah kan, jadi penasaran wkwkwk. emang ndeso og, yo ben
rapopo, tapi lucu aja gitu kalo di inget-inget.
Kenyataannya, saat sudah kuliah dan tinggal di kota
Yogyakarta ini, aku juga jarang banget ke gramedia, paling kalo ada diskonan
buku, hemat mode on nya anak kost haha. Apalagi ke bioskop. duh awal-awal
kuliah doang itu. Sejak semester 3 sampe lulus, udah ga pernah lagi nonton di
bioskop.
Awal kuliah, aku mengexplore UKM atau ekstrakurikuler kampus
yang aku pengenin. Semua yang aku pengen aku cobain. Bukan karena maruk juga sih hahaha, yang utama supaya
tau dan bisa belajar. Jadi kan kita bisa
ngerti, di kegiatan ini kita cocok gak. Cocok dari segi psikis, psikososial dan
lingkungan. Terpenting adalah kita harus bisa bertanggung jawab atas diri kita
sendiri, kemudian bertanggung jawab atas pilihan kita.
Kenapa harus bisa bertanggung jawab atas diri kita sendiri?
Karena gini, tubuh itu punya hak. Memenuhi hak tubuh bukan hanya untuk makan
dan minum saja. Tubuh juga butuh istirahat. Misalnya kita (ego kita) merasa
sanggup untuk jadi kepanitiaan event, yang bikin tidur cuma satu-dua jam, aktivitas
full nyiapin perlengkapan, yang bener-bener nguras tenaga dan pikiran. Nanti,
tubuh akan berontak kalo dia ga sanggup, efeknya sakit. Kasian tubuhnya jadi
harus memaksa untuk mendapatkan
haknya. Poinnya adalah, ga masalah kita mau berkegiatan sebanyak apapun, bagus
malah kalau bisa aktif diberbagai kegiatan karena nambah pengalaman, rekan dll,
yang jadi masalah adalah ketika kesibukan itu membuat kita lupa hak tubuh kita,
artinya kita telah mendzolimi diri
kita sendiri.
Bertanggung jawab atas pilihan kita it’s a must. Sebelum memilih, kita harus mempertimbangkan manfaat
dan mudharat nya. Kalau banyak
bermanfaat untuk diri kita, bahkan bermanfaat untuk orang lain, lakukan. Tetapi
kalau dalam pertimbangan itu malah lebih banyak mudharatnya, misal bikin pulang jam 3 shubuh, aktifitas fisik yang
terlalu berat, padahal sudah ada riwayat sakit sebelumnya, maka lebih baik
ditinggalkan. Carilah yang lain, yang lebih banyak manfaatnya.
Rasulullah SAW
bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”
HR.Ahmad
Jadi, saling memberi manfaat. Bermanfaat bagi diri sendiri
dan bermanfaat untuk orang lain.
Semester 1-2, aku ikut Komunitas TV Kampus sebagai reporter
dan BEM sebagai wakil sekretaris. Kedua UKM ini sama sibuknya. Passion ku memang dari SMA itu bidang
jurnalistik, makanya ikut sebagai reporter di TV kampus, tetapi karena
mempertimbangkan kesibukan UKM ini yang kadang kalo ada produksi besar bisa
pulang tengah malam atau lebih (hal ini lumrah ya di bidang ini), kost aku juga
punya jam malam sampe 21.30 aja, kalo ada kegiatan sampe malam gitu musti nyari
nginepan di kost temen, secara fisik juga aku gabisa memenuhi hak tubuhku,
kemudian dari segi tanggung jawab, aku di TV sebagai reporter junior, yang
masih training, belum diberi tanggung jawab untuk ikut jadi reporter saat
produksi, serta di dalam keorganisasian masih sebagai anggota.
Pada akhirnya aku memang harus memilih, agar aku bisa
bertanggung jawab dengan sebaik-baiknya terhadap pilihanku dan tidak melalaikan
salah satunya, maka aku memilih BEM. BEM Fakultas membutuhkan ku sebagai wakil
sekretaris, walaupun posisi ku masih junior dan baru belajar, tapi aku harus bisa
bertanggung jawab sebaik-baiknya atas apa yang aku pilih.
Alhamdulillah, aku belajar banyak dari organisasi pertama
yang aku jalanin yaitu Komunitas TV dan BEM. Komunitas TV ngajarin gimana kita
harus bisa bekerja dibawah tekanan, bekerja tepat dan cepat, gimana kita harus
bisa meminimalkan kesalahan, motto nya “Zero
Mistake”. Kalau di BEM, yang paling aku suka adalah bagaimana kita harus
bisa saling menguatkan, pasti kan ditengah-tengah perjalanan ada up-down nya, nah saat itu ketua dan
wakil ketua BEM aku sangat-sangat bijaksana, merangkul anggotanya, saling
support satu sama lain, yang gak bisa di ajarin, dibantu. Ketika ada event,
kita bertanggung jawab atas jobdesk
kita, semuanya lebih tersistem kalau di organisasi ini.
Apapun yang kita lakukan, apapun pilihan kita, dimanapun
kita berada, harus menjadi orang yang amanah, bertanggung jawab dan jujur.
Insya Allah, kebaikan-kebaikan akan Allah datangkan untuk kita. Semoga kita
bisa bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, orang lain, dan agama.
untuk pembacaku,
Kamu hebat,
Aku yakin untuk
berada di titik sekarang, Kamu berjuang dengan keras.
Keberhasilan
kita bukan hanya diambil dari hasil akhir, tapi bagaimana kita berproses.
Maka,
berproseslah dengan sebaik-baiknya.
I wish all the best for us!
Love,
Emely.
nb:
Postingannya bersambung hahahha
Beberapa waktu lalu ketika temen-temenku
lagi ngobrolin tentang cacar air, aku penasaran, kok sampe sekarang aku belum pernah kena cacar air ya. Terus tiap ada bentol-bentol merah gitu, langsung worry kalo itu cacar, padahal ada yang cuma karena gigitan nyamuk, ada yang karena alergi obat, dan ada yang karena alergi dingin. Emang lebay banget si Emel, dikit-dikit dikira cacar haha.
But, Alhamdulillah, sekarang lagi kena cacar nih
Banyak hal yang aku syukuri ketika sedang sakit gini, pertama yaitu diampuni nya dosa-dosa, kedua mempunyai banyak waktu longgar untuk semakin mendekat kepada Allah, ketiga mempunyai waktu untuk istirahat sebentar dari kesibukan, dan masih banyak nikmat lainnya yang aku rasakan
Aku senang ketika aku sakit, tapi bukan berarti aku menghendaki sakit itu. Daripada ngeluh-ngeluh, mending sok kuat aja dan dibawa happy. toh masih banyak hal yang harus di syukuri. Ye gak? Tul kan?
Doain aku ya, Semoga Allah paring kesehatan, kelancaran dan kebarokahan untukku
Ngerasa banget sih, ketika Allah kasih 'nikmat' nya sakit ini, badan lemes, ga nafsu makan, apalagi sedang diperantauan, gak sama orang tua, bener-bener ngerasa, gak ada daya upaya kecuali dengan kebesaran-Nya.
Alhamdulillah Allah paring temen-temen yang care banget sama aku. Luv yu gaes
Memang sengaja, aku mengurangi interaksi langsung sama orang lain. Entah itu teman kuliah, ditempat kerja, organisasi dll. Sedang masa recovery. Bahkan sama temen kos, udah aku bilangin dari awal "Aku lagi bervirus, jangan deket-deket yaaa. jangan masuk kamarku dulu" sambil becandaan gitu sih.
semua ya aku lakukan karena aku gak mau menularkan virus Varicella zoster ini. Karena memang penularannya itu unpredictable banget sih menurutku. Dan masa inkubasi virusnya itu lama, yaitu 7-21 hari (dari jurnal yang aku baca).
Mau diceritain gak gimana virus ini bisa menginfeksi aku?
lagi ngobrolin tentang cacar air, aku penasaran, kok sampe sekarang aku belum pernah kena cacar air ya. Terus tiap ada bentol-bentol merah gitu, langsung worry kalo itu cacar, padahal ada yang cuma karena gigitan nyamuk, ada yang karena alergi obat, dan ada yang karena alergi dingin. Emang lebay banget si Emel, dikit-dikit dikira cacar haha.
But, Alhamdulillah, sekarang lagi kena cacar nih
Banyak hal yang aku syukuri ketika sedang sakit gini, pertama yaitu diampuni nya dosa-dosa, kedua mempunyai banyak waktu longgar untuk semakin mendekat kepada Allah, ketiga mempunyai waktu untuk istirahat sebentar dari kesibukan, dan masih banyak nikmat lainnya yang aku rasakan
Aku senang ketika aku sakit, tapi bukan berarti aku menghendaki sakit itu. Daripada ngeluh-ngeluh, mending sok kuat aja dan dibawa happy. toh masih banyak hal yang harus di syukuri. Ye gak? Tul kan?
Doain aku ya, Semoga Allah paring kesehatan, kelancaran dan kebarokahan untukku
Ngerasa banget sih, ketika Allah kasih 'nikmat' nya sakit ini, badan lemes, ga nafsu makan, apalagi sedang diperantauan, gak sama orang tua, bener-bener ngerasa, gak ada daya upaya kecuali dengan kebesaran-Nya.
Alhamdulillah Allah paring temen-temen yang care banget sama aku. Luv yu gaes
Memang sengaja, aku mengurangi interaksi langsung sama orang lain. Entah itu teman kuliah, ditempat kerja, organisasi dll. Sedang masa recovery. Bahkan sama temen kos, udah aku bilangin dari awal "Aku lagi bervirus, jangan deket-deket yaaa. jangan masuk kamarku dulu" sambil becandaan gitu sih.
semua ya aku lakukan karena aku gak mau menularkan virus Varicella zoster ini. Karena memang penularannya itu unpredictable banget sih menurutku. Dan masa inkubasi virusnya itu lama, yaitu 7-21 hari (dari jurnal yang aku baca).
Mau diceritain gak gimana virus ini bisa menginfeksi aku?
![]() |
| self reminder. my own motivation |
Haloo Bloggies!
udah ngefollow aku di instagram beloh? kuy follow dulu biar afhol
haha
Jadi, randomly aku jadi kepikiran mau bikin postingan dari apa yang orang lain pengen tau atau pengen baca dipostingan aku. Jadilah si aku yang gabut ini bikin pertanyaan di instagram, sekalian iseng aja mau menggunakan fitur terbaru(gak baru-baru banget sih) di instagram yang mana kita bisa nanya/ngejawab pertanyaan gitu.
Intinya, aku bikin gitu karena pengen tau aja : orang lain mau aku bahas tentang apasih.
Eh tapi ada satu hal yang bikin aku semangat nulis,
ketika ada yang kenal sama blogku dan bilang "Kamu blogger ya?" atau "Kamu nulis juga?" atau "Em nulis lagi dong" quwh terharu
![]() |
| Pengiriman Logistik dari UAD untuk Lombok |
Bumi Nusa Tenggara Barat (NTB) berduka. Gempa berkekuatan 7 SR memporak-porandakan ribuan bangunan dan di wilayah NTB dan Bali.. Allah sedang memberi "nikmat" untuk keluarga kita di Lombok, yaitu berupa pahala yang besar dengan kesabaran mereka menghadapi cobaan dari Allah.
Duka NTB adalah duka kita semua.
Aku bergabung dalam Dahlan Rescue Community (DRC) yaitu komunitas relawan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dan diamanahi sebagai Ketua DRC.
DRC adalah komunitas relawan yang dibawah PSLPB (Pusat Studi Lingkungan dan Penanganan Bencana) UAD, sehingga semua yang dilakukan harus ada koordinasi antara DRC dengan PSLPB.
Mungkin teman-teman yang sudah pernah bergabung dalam tim tanggap bencana mengetahui bahwa pentingnya Koordinasi dalam penanganan bencana, jadi kita tidak bisa bertindak "sepengennya" kita aja, walaupun itu baik, tetap harus dilakukan koordinasi.
PSLPB juga bekerjasama dengan MDMC (Relawan Muhammadiyah), jadi kalau ada apa-apa kita akan berkoordinasi dengan MDMC DIY.
Terlihat rumit? Enggak loh. Malah sebenernya, yang membuat kita bisa melakukan tanggap bencana yang cepat dan tepat adalah koordinasi.
Perlu kita ketahui bahwa penanganan bencana ini diperlukan kerjasama lintas sektoral. Kalo kata pak Jokowi : "Kita perbaiki bersama"
[HYEmel!TheExplorer] My First Time As A Trauma Healing Volunteers! Relawan Psikososial Dasar Siklon Tropis Cempaka
HyEmel!TheExplorer 18.29![]() |
"Ada kalanya kita perlu menyendiri, bukan untuk menjauh dari manusia, tetapi untuk merenungi seberapa bermanfaat kita untuk sesama." |
Keadaan Yogyakarta, Pacitan, GunungKidul dan daerah lain sedang tidak baik-baik saja beberapa waktu yang lalu. Siklon Tropis Cempaka sebagai 'sabda alam' menyapa kita dengan keindahan-nya. Jangan salahkan alam dengan sebut ini bencana, karena alam hanya memerankan perannya. Kita lah si pembuat bencana.
Bagaimana bisa? Berkacalah, Muhassabah diri. Seberapa cintamu pada alam dan apa yang telah kamu lakukan untuk membuktikan pada alam bahwa : kamu mencintainya.
-hyemel-
[News] Pelantikan Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta
LDII Yogyakarta 02.53| Emel dan Mba Nabila wawancara Ketua LDII Kota Yogyakarta terpilih |
Pengurus baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta resmi dikukuhkan pada Sabtu, 9 September 2017 di gedung Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta. Pengukuhan pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY, Kepala Kementerian Agama, Kepala MUI, Dandim, Wakil Kapolres, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Yogyakarta beserta seluruh pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta, ulama, serta para tamu undangan lainnya.
Wali Kota Yogyakarta dalam sambutannya yang diwakili oleh Drs. H. Sigit Warsito menyampaikan bahwa pemerintah Kota Yogyakarta sangat mengapresiasi LDII yang telah hadir di tengah masyarakat mensyiarkan Islam guna merajut persatuan dan kesatuan. Dengan demikian Islam akan senantiasa tampil sebagai agama yang rahmatan lil’alamin, agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta sungguh dapat dirasakan oleh masyarakat Yogyakarta.
Adapun susunan pengurus harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta terdiri dari Ketua H.Sudarsono, S.KM.,M.Kes. ; Wakil Ketua Drs.H.Tri Suranto, M.Pd. , Ade Imam Syamsul Rahman, ST, M.Eng. dan Tri Bangun Bagyo Raharjo, S.Ag. ; Sekretaris Sigit Arianta Wibawa, S.Kep. ; Wakil Sekretaris Bagus Hendarto, S.Pd. dan Muhammad Yudo AP., ST. ; Bendahara Budi Bowo Riswanto, SPKP. ; Wakil Bendahara Agung Himawan, BE.
“Kepada pengurus yang dilantik kami mengucapkan selamat mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya, kami berpesan jadikanlah LDII sebagai wadah dalam menyejahterakan umat, menjaga kerukunan antar umat beragama serta mensyiarkan ajaran Islam yang humanis,” ucap Drs.H.Sigit Warsito dalam sambutannya.
H.Sudarsono, SKM., M.Kes. sebagai Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta terpilih berharap dengan dilantiknya kepengurusan yang baru dapat mewujudkan visi dan misi LDII sebagai organisasi dakwah Islam yang profesional, religius, dan berwawasan luas serta dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan negara.
(LINES Yogyakarta/Emelia Ariska)
(LINES Yogyakarta/Emelia Ariska)
Berita ini sudah diterbitkan di web LDII DIY dengan judul
LDII Jaga Kerukunan, Sejahterakan Umat dan Syiarkan Islam
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Such an honor to be a part of Journalist in LINES Yogyakarta.
Yeayyyy Em seneng banget liputan kedua ini bisa ketemu dan ngobrol langsung sama bapak-bapak pengurus LDII DIY yang baru dilantik. Sebenarnya sih pelantikan ini akan dihadiri sama Bapak Walikota, tapi ternyata Bapak Walikota berhalangan hadir dikarenakan ada kepentingan yang lain. Tapi gak papa, Pak Walikota tetap menyampaikan sambutannya diwakili oleh Drs. Sigit Warsito.
Gak sabar deh pingin liputan lagi, ketemu sama orang-orang baru, yang pasti akan ngasih pelajaran baru buat Emel. Sooo Happy!!!!!
Beberapa waktu yang lalu aku sempet 'lost my self' , I mean, segala hal tuh jadi serba bingungin, bingung ngejalaninnya. Aku mikir kalo aku berada pada zona nyaman, padahal aku gak nyaman sama sekali. Nah gimana tuh? haha. ya makanya aku bingung. Everythings I did is nothing, semua berasa cuma berjalan dasar. Hati kecil aku mikir "This is not myself". Sampe pada akhirnya, aku nyerah sama diri aku sendiri. Apalagi yang dilakuin cewe -atau mungkin cuma aku?- kalo bukan nangis? Hahaha.
Tong sampah sebagai tempatku ngeluarin semua unek-unek adalah IR (inisial karena nanti dia famous wkwkwk). Jadi si IR ini adalah teman dekat, musuh heabt, sekaligus psikolog pribadiku, because she knows everything abaout my personalities.
Saat itu dia bilang "Ayo Cah, aku nggak mau kamu stop sampai disini aja. Look back, ke buku diary kamu. Flashback ke emelia kecil. Take a time to be alone to understand yourself. Find your purpose ya, cah. Yakini disitu. Dalam proses pasti ada fase putus asa. But don't give up, because I won't"
Yash. That's one of my personalities. Yang everything itu pake feeling, apa-apa dirasain pake hati, mudah tersentuh hatinya. makanya jangan sekali-kali ngambil hati ku kalo ga mau serius *eh
and FYI: 'Cah' itu dari kata bocah yang jadi nama panggilan gue di SMA because they said I'm Childish-_- itu juga salah satu personaliti ku. Aktif banget, ngoceh terus, pecicilan, ga bisa anteng, polos, manjaaaa dan egois . Lah ini kok malah buka aib :(
Nah nah, karena aku penasaran nih, Gimana sih detail personaliti/kepribadianku itu? So, aku iseng nge-search kata personality . Eh terus nemu yang paling catchy web. Setelah masuk ke web ada tulisan "Take the test" ....... satu persatu pertanyaan terjawab, banyak juga ternyata. Bukan Emel namanya kalo nyerah! *cihuyy
Menurutmu kepribadianku kaya gimana?
and VOIILAAA...... this is the result !
Yups, tanggal 3 Desember lalu kita memperingati Hari Disabilitas Internasional. (latepost ya haha)
Pada tau nggak sih apa disabilitas itu?
Sebenernya, sebelum ikut kegiatan charity di tanggal 3 Desember kemarin aku juga belum 'ngeh tuh apa itu disabilitas, mikirnya sih disabilitas itu sama kaya difabel.
Emang beda ya?
Jelas beda. (ternyata beda. Emel juga baru tahu hehe)
Okay, mari kita lihat definisi menurut para ahli, apa sih perbedaan disabilitas dan difabel?










